NEKAT! HABIB RIZIEQ JADI BEGINI

 

 NEKAT! HABIB RIZIEQ JADI BEGINI

Seperti tak ada habisnya cerita tentang Muhammad Rizieq Shihab. Sidang lanjutan kasus kerumuman yang menje-rat dirinya kembali digelar secara langsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Dimana Agenda sidang tersebut adalah tanggapan jaksa penuntut umum terhadap eksepsi atau nota keberatan terdakwa dalam hal ini Rizieq Shihab.

Ada yang berbeda terjadi pada sidang kali ini. Kalau sidang Jumat lalu PN Jaktim dipenuhi oleh beberapa pendukung Habib Rizieq yang mendesak mau masuk. Bahkan sampai ada emak-emak yang viral menangis mengelu, kali ini suasana sepi. Minim pendukung Rizieq.

Mungkinkah hal ini dapat disangkutpautkan dengan penangkapan ter0ris disejumlah tempat baru-baru ini?. Yang mana beredar foto terduga ter0ris tersebut pernah mendatangi lokasi sidang Rizieq Shihab. Entah memang ada potensi menjadi target pemb0man selanjutnya atau lain hal. Yang pasti kasus ini masih terus diselidiki oleh kepolisian.

Namun, dapat dikatakan beredarnya foto tersebut bisa menjadi alasan mengapa para simpatisan Rizieq Shihab tidak datang ke lokasi sidangnya. Namanya manusia, pasti ada rasa takut. Dan yang pasti mereka lebih menyayangi hidupnya ketimbang Rizieq Shihab.

Apesanya Rizieq Shihab. Pada sidang eksepsi, Rizieq membela diri dengan menyeret pihak lain, bahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun jadi sasaran sera-ngan. Dimana Rizieq menyebut JPU 'dungu' dan 'pandir' hanya karena persoalan SKT ini. Dan lebih parahnya lagi, sosok yang digadang-gadang sebagai Imam besar tersebut juga menyebut JPU menyebar hoax dan fitnah.

Akhirnya pada sidang 30 Maret kemarin, Jaksa juga membalas tuduhan fitnah dari Rizieq. Menurut jaksa, tidak ada satu huruf atau kata pun di dalam dakwaan yang bertuliskan fitnah. Melainkan rangkaian fakta. Jelas saja, tidak mungkin seorang jaksa berbicara tanpa memiliki bukti yang ada.

Selain itu,  kata-kata tak pantas yang keluar dari mulut seorang Habib Rizieq yakni dungu dan pandir, jaksa menilainya sebagai kalimat nonyuridis (tidak berhubungan dengan hukum). Kata-kata itu disampaikan Rizieq hanya mengikuti emosi semata. Bahkan, jaksa juga mengatakan bahasa seperti ini digunakan oleh orang-orang yang tidak terdidik dan dikategorikan kualifikasi berpikiran dangkal.

Jaksa pun mengingatkan Habib Rizieq untuk tidak mudah menjustifikasi orang lain. Apalagi meremehkan sesama. Karena hal tersebut menunjukan moral yang tidak baik. Bakalan susah sepertinya pak jaksa, kalau hal tersebut sudah mendarah daging.

Apalagi, Pengacara Rizieq Aziz Yanuar, menjelaskan maksud penggunaan kata itu. Dirinya berpendapat bahwa mereka yang merasa didzolimi berhak berkata apapun meskipun itu adalah bahasa yang kasar sekalipun. Apakah ini yang dinamakan berjuang untuk merevolusi akhlak? Kalau dalam berbicara saja omongannya tak bisa dijaga.

Jika kita kilas balik, bukan sekali dua kali Rizieq Shihab mengeluarkan kata-kata yang tak pantas dari mulutnya, bahkan dengan alasan mengkritik dan memberikan saran.

Pada sidang eksepsi, Habib Rizieq juga sempat menuding bahwa kerumunan yang terjadi di bandara juga akibat Menkopolhukam Mahfud MD yang mempersilahkan masa menjemputnya. Namun, pernyataan tersebut ditangkis oleh jaksa. Menurutnya pengumuman Mahfud itu tidak ada relevansinya dengan kerumunan yang ditimbulkan Rizieq, serta Rizieq hanya sekedar mengkambinghitamkan Mahfud MD saja.

Dan bagian akhir dari tanggapan jaksa yang paling menu-suk seorang Rizieq Shihab ini adalah ketika jaksa amat menyayangkan  seorang tokoh agama yang mengaku dirinya imam besar memiliki sikap yang amat bertentangan dengan program revolusi akhlaknya.  

Duh bagaimana ya rasanya jadi habieb rizieq. Sudah terjerat kasus hukum, lalu dipersidangan dikuliti dan dicerahamahi pula oleh jaksa. Namun jika kita cermati dengan akal sehat apa yang dikatakan oleh jaksa benar adanya. Bahwa tidak sepantasnya seorang tokoh agama dengan jumlah pengikut tak sedikit memberikan contoh yang tidak mencerminkan predikat yang dirinya sandang

 

Poin (Politik Indonesia) adalah Channel Politik yang menyuguhkan berita berkualitas dan informatif mengenai Isu Sosial dan Politik di Indonesia. Proses pembuatan video telah melewati riset mendalam dan bersumber dari media kredibel. Thanks for all your Support. ______________________________________________ Facebook : https://www.facebook.com/poinchannel Instagram : https://www.instagram.com/poin_channel

Tags:
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar